Mengapa?

Katanya, menikah itu menyempurnakan separuh agama.

Katanya, menikah itu ibadah terpanjang.
Katanya, menikah itu ketika pasutri bersentuhan tangan dan romantika pasutri lainnya berbuah pahala.
Katanya, katanya, katanya dan katanya lagi.

Bukankah seharusnya ketika kita memilih untuk menikah, kita harus mengedepankan visi dan misi rumah tangga kita. Bukan bagaimana kondisi hati dan perasaan atau apalah itu. Iya, kan? Lalu mengapa?
Mengapa banyak sekali yang terkecoh, yang lupa, yang lalai, dan lena.
Hingga perahu itu karam, goyah, bahkan hancur tenggelam.
Bagaimanalah?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar